Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

KAYAK GIMANA SIH MAHASISWA IDEAL


”WAHAI KALIAN YANG RINDU KEMENANGAN, WAHAI KALIAN YANG TURUN KE JALAN…
DEMI MEMPERSEMBAHKAN JIWA DAN RAGA, UNTUK NEGERI TERCINTA…”


Mahasiswa. Kata yang sangat sangat tidak asing. Dulu yang saya fikirkan pertama kali  ketika mendengar kata itu, ‘Keren Men!!!! Aku pengen cepet cepet kuliah terus berubah dari siswa jadi mahasiswa!’

Bukan hanya gelar ‘Maha’ yang kita sandang sekarang, melainkan ada yang lebih substansial lagi, Mahasiswa dalam menjalankan aktifitasnya dituntut untuk mandiri, kreatif, dan independen.

Dalam kehidupan bermasyarakat, mahasiswa menjadi kalangan yang diistimewakan. Kenapa? Karena kita Mahasiswa secara historis telah mencatatkan kaki dalam sejarah perubahan, menjadi garda terdepan, dan motor penggerak perubahan. Komunitas mahasiswa dikenal dengan jiwa militannya dan pengorbanan yang tak kenal lelah mempertahankan idealismenya, yang lebih substansial lagi, mahasiswa mampu berada sedikit di atas kelas masyarakat karena dengan kesempatan dan kelebihan yang dimilikinya.

Mahasiswa merupakan icon bagi setiap moment perubahan kebijakan di kampus bahkan perubahan yang sangat besar yang ada di negara ini. Mengapa demikian? Karena mahasiswa sendiri merupakan agen perubahan bangsa. Paradigma ini menuntut untuk mahasiswa aktif dalam setiap moment yang akan membawa pengaruh bagi perubahan bangsa. Paradigma seperti ini perlu dimiliki oleh setiap mahasiswa. Mengapa demikian? Jika suatu saat kita tidak peduli dengan kebijakan yang diberikan pemerintah dan ternyata kebijakan itu merugikan rakyat siapa yang akan melakukan pertentangan? Tukang becak, tukang sapu, orang miskin atau siapa? Tentu kita mahasiswa! Kita adalah wakil dari aspirasi rakyat yang dirugikan.



Bahkan saya pernah mendengar ungkapan seorang senior berkata “Jangankan waktu, harta, bahkan nyawa kami relakan demi rakyat!” Sekarang ini mahasiswa sedang dilanda krisis yang sangat besar. Mahasiswa saat ini banyak beranggapan kuliah hanya belajar, mendapatkan IPK sempurna dan lulus tepat waktu. Ada juga beberapa mahasiswa yang sangat antusias membela kepentingan rakyat tapi urusan studi di nomer duakan bahkan keteteran.

Nah, lalu mahasiswa seperti apa yang ideal?

Saat MPA dulu saya sering didengungkan oleh kakak senior tentang peran mahasiswa sebagai Agent of Change( Agen Perubahan), Social Control, dan Iron Stock.

Mahasiswa ideal sendiri adalah mereka yang menyadari, memahami dan menjalankan peran yang diberikan kepada mereka sebaik baiknya. Seorang manusia yang baik adalah manusia yang dapat memberikan manfaat bagi sekitarnya, begitu juga mahasiswa yang ideal. Ia harus dapat membawa dan menjadi agen agen perubahan bangsa menuju kebaikan.

Mahasiswa ideal mereka yang dapat menyadari bagaimana mereka memposisikan diri mereka dengan sebaik baiknya. Memposisikan dimana saatnya membela kepentingan rakyat dan menempatkan jiwa sosialnya tanpa mengganggu waktu kuliah dan tetap membuat prestasi yang membanggakan.

Seorang agen perubahan dituntut untuk memberikan pengaruh kepada manusia yang lain sehingga perubahan itu dapat terjadi di sekitarnya. Ini menuntut adanya pengetahuan yang cukup tentang manusia. Di sinilah letak pentingnya kapasitas sosial politik. Agar para agen tersebut dapat berkomunikasi secara baik dengan manusia lainnya untuk menyampaikan gagasan perubahan yang dibawanya serta efektif dalam merekayasa perubahan sosial di sekitarnya.

Mahasiswa sebagai penjaga nilai memerlukan kapasitas akhlak dan moral yang baik. Dapat kita simpulkan secara sederhana bahwa akar permasalahan yang ada di bangsa ini adalah busuknya moralitas. Mahasiswalah yang masih dianggap idealis untuk mengatakan yang benar itu benar dan salah itu salah. Karena mahasiswa dinilai tidak memiliki kepentingan politis dalam memperjuangkan apa yang dikatakannya. Karena itulah gerakan mahasiswa sering disebut sebagai gerakan moral.


Peran yang ketiga adalah sebagai cadangan masa depan (iron stock). Mahasiswalah yang akan mengisi pos-pos kepemimpinan di bangsa ini. Mereka adalah calon pengganti dan akan menjadi stok terbaik di masa depan nanti. Aamiin ya Rabbal Alamiin…

Ketika Mr.Simple Lebih Dikenal Dibanding Gundul-Gundul Pacul



Bismillahirrahmanirrahim....


Hasil Pamflet Kelompok 7 SAC(Sospol Adventure Camp) 2013
Indonesia. Siapa yang nggak tau kalau negeri kita adalah negeri terkaya? Siapa yang nggak tau kalo negeri kita adalah negeri dengan sumber daya terbanyak? Siapa yang nggak tau kalo negeri kita adalah negeri dengan kebudayaan terbanyak? Seluruh dunia tahu itu. Hanya kadang kita sendiri tidak pernah menyadari bahkan sering melupakan itu.

Suatu hari guru saya pernah berkata "Kalo kita mau Singapura hilang, tinggal kita kencingin aja rame-rame se-Indonesia tuh Singapura ntar juga kelelep ilang. Kalo kita mau mematikan dunia, tinggal kita tebang aja hutan diseluruh Indonesia. Dunia akan mati"

Ternyata ucapan guru saya itu benar. Kita Indonesia adalah salah satu negara didunia dengan kekuatan terbesar. Negara negara hebat seperti Amerika bergantung kepada kita. Hanya saja kita bangsa yang jelas jelas kaya mudah dibodohi oleh negara-negara yang 'harusnya miskin'. 

Suku bangsa Indonesia begitu bermacam macam. Budaya kita beratus ratus bahkan ribuan. Hanya saja kita sebagai bangsa kurang peduli akan budaya sendiri. Kurang percaya akan hasil kebudayaan bangsa sendiri.

Saya sangat sedih melihat anak anak kecil sampai remaja sekarang lebih hafal lagu Mr.Simple dibanding gundul gundul pacul. Mereka lebih hafal lagu love is you dibanding bubuy bulan. Lebih tahu Girls Generation dibanding Cut Nyak Dien. Lebih hafal ulang tahun SMASH dibanding Hari Batik Nasional. Kemana rasa nasionalisme kita sebagai bangsa Indonesia? Kemana??????

Jangan sampai negara tetanggalah yang lebih mencintai budaya kita dibanding kita sendiri bangsa yang memilikinya. Jangan sampai kita baru menyadari kalau budaya kita begitu berharga ketika telah diakui bangsa lain. 

Begitu susahkah untuk lebih mencintai budaya kita? Begitu susahkah untuk melestarikan budaya kita? Haruskah budaya kita sejak dahulu hilang dimakan zaman? Haruskah budaya kita digantikan oleh budaya budaya luar? Haruskah anak cucu kita kelak lebih tahu Mr. Simple dibanding Gundul Pacul?

"Bangsa Yang Hebat Adalah Bangsa Yang Menghargai Jasa Pahlawannya"
-RA-
Dari Hijau Untuk Merah Putih